| Pandangan tentang kesehatan - Orthomolecular nutrition Orhtomolecular nutrition, an alternative for you posted Jan 02 08 Mungkin sebagian dari Anda telah sering mendengar kata "Orthomolecular Nutrition" atau "Orthomolecular Medicine", terutama bagi Anda yang berprofesi di bidang medik, kesehatan, atau nutrisi. Pencetus pandangan "Orthomolecular" (artinya right molecule) adalah Linus Pauling, pemenang dua kali Hadiah Nobel, masing masing untuk hadiah Nobel di bidang ilmu kimia (1954), dan yang satu lagi hadiah Nobel untuk perdamaian (1962). Sebagai kehormatan maka Oregon State University pun medirikan lembaga penelititan di bidang Micronutrition, menjadi Linus Pauling Institute, yang mana sebelumnya Institut tersebut telah lama berada di California. Untuk mengetahui lebih jauh tentang institut tersebut, dan juga tentang "Orthomolecular", Anda dapat mengunjungi ke masing-masing situs berikut, lpi.oregonstate.edu dan orthomed.org, yangg terakhir merupakan situs resmi dari organisasi Orthomolecular Medicine. Bila Anda masih belum begitu mengenal aktivitas ataupun nama-nama ini, ada baiknya bila Anda mencoba membaca terlebih dahulu pada situs wikipedia yg lebih mudah dicerna. Di sini kami sediakan linknya untuk Anda, en.wikipedia.org/wiki/Orthomolecular_medicine, dan en.wikipedia.org/wiki/Linus_Pauling. Boleh dibilang, pandangan "Orthomolecular Nutrition" atau "Orthomolecular Medicine" menjadi philosophy hidup bagi beberapa kalangan orang di dunia barat. Pandangan tesebut menggabungkan cara-cara tradisi dan penemuan-penemuan modern di bidang ilmu pengetahuan, terutama di bidang nutrisi, kesehatan, kedokteran, dan biokimia. Barangkali dapat pula disebutkan sebagai penyembuhan alternatif di bidang kedokteran, dan diet menurut pandangan orthomolecular nutrition. Ada kesamaan di kedua belah dunia ini, bila kita melihat juga perkembangan di negeri sendiri serta cara pengobatan tradisi di China, India, yaitu semacam pergerakan back to nature, katakan saja itu terapi sejenis akupunktur dan aryuveda. Perkembangan dunia ilmu pengetahuan yang pesat tidak otomatis dapat menyelesaikan hal-hal yang berhubungan dengan kesehatan secara sempurna, baik itu berupa stress ataupun penyakit yang kronis sifatnya. Namun kita tidak menyanggah bahwa lebih banyak segi potifnya kemajuan ilmu pengetahuan yang telah banyak meringankan kehidupan kita, dan juga telah banyak membantu kita mengerti lebih baik lagi terhadap banyak gejala gangguan kesehatan dan penerapan nutrisi yang keliru. Maka bila ditilik dari sini, banyak yang dapat dimanfaatkan dari pandangan "Orthomecular Nutrition". Orthomolecular nutrition merupakan salah satu dari sekian banyak kemajuan manusia di bidang kesehatan. Salah satu pelopor "Orthomecular Nutrition" adalah DR. Abraham Hoffer, beliau dikenal banyak menangani kasus penyakit kejiwaan - Schizophrenia atau sejenis mental illness. Ya, begitulah, banyak penemuan baru berawal dari penelitian terhadap hal-hal yang sangat ekstrem. Ternyata cara makan yang salah dapat menyebabkan penyakit kejiwaan yg berat! Bila itu hanya sekedar gejala agak ringan saja seperti stress, maka patut pula kita perhatikan cara makan kita, apa saja yang kita konsumsi sehari-hari dipandang dari "Orthomecular Nutrition". Untuk lebih mendalami pandangan tentang nutrisi dari DR. Abraham Hoffer, penulis dapat merekomendasi buku tulisannya, "Putting It All Together: The New Orthomolecular Nutrition", Abraham Hoffer M.D. PhD & Morton Walker D.P.M. (1998). (Pada kesempatan lain, penulis akan membahas lebih jauh tentang isi buku tersebut, dan barangkali bagi Anda yang tidak banyak waktu membaca, atau sulit mendapatkan exemplar buku tersebut, akan mendapatkan faedahnya.) Salah satu dasar dari terapi Dr. Abraham Hoffer adalah penggunaan vitamin-vitamin dan mineral sebagai supplement. Dalam hubungan ini tidak lengkap bila kita tidak menyinggung senyawa kimia Omega-3 (EPA, DHA), senyawa yang berupa asam lemak tidak jenuh yang sejak belasan tahun terakhir banyak dikonsumsi orang dalam bentuk kapsul. Ternyata asam lemak ini banyak kaitannya dengan praktisi atau terapi orthomolecular nutrition atau orthomolecular medicine. Tulisan-tulisan tentang asam lemak ini pun dapat banyak ditemukan pada sejumlah publikasi internasional. Patut dikedepankan pula bahwa asam lemak tersebut, bersamaan juga dengan asam lemak lainnya memiliki sifat mengatasi gejala-gejala stress, depresi, hingga ke gejala postpartum depression yang berat, malahan juga diberitakan gejala penyakit jantung ada hubungannya dengan kadar asam lemak ini pada darah di dalam tubuh kita. Penemuan tersebut pertama kali diberitakan oleh Sinclair HM pada sebuah penelitiannya (1956. Deficiency of essential fatty acids and atherosclerosis, etcetera. Lancet i: 381-383.) di mana ia mengindikasikan bahwa orang Eskimo (Inuit di Greenland) banyak menkonsumsi ikan yang banyak mengandung asam lemak tersebut, sehingga gejala penyakit, antara lain, penyakit jantung jarang ditemukan di antara mereka. Kini kita telah memasuki abad ke-21, abad yang akan penuh dengan perubahan, kemajuan dan tidak kalah hebatnya dibandingkan dengan abad sebelumnya, misalnya penemuan-penemuan di bidang ilmu pengetahuan. Kalau abad lalu merupakan persiapan memasuki abad information technology, maka abad ini akan diwarnai lagi dengan penerapan nano technology. Nano technology menggabungkan beberapa disiplin ilmu pengetahuan (kimia, fisika, material science, bioscience, molecular biology, eingineering dan lain-lain.), yang mana pengaruhnya akan merambah lebih dalam lagi ke dalam segi-segi kehidupan kita. Tetapi bagaimana konsekwensi kemajuan-kemajuan ini terhadapan "kestabilan" hidup manusia. Seolah olah dunia ilmu pengetahuan masih tetap menitik-beratkan pada technology, ketimbang the soul of life. Apa betul membicarakan hidup itu semata-mata technical yang mudah, seperti halnya memecahkan masalah menagement atau sekedar kerusakan pada kendaraan. Kembali kita memandang hal stress, yang selalu mendampingi kehidupan kita sehari-hari. Apakah ini merupakan pilihan yang sama sekali di luar kehendak kita, ataukah pada suatu waktu di mana akan terdapat solusi, sehingga kehidupan itu lebih ringan, bahagia dan berkwalitas. Di sinilah menurut saya, peranan orthomolecular nutrition, dengan berkembangnya technology, akan juga membuat terobosan baru dan lebih menjadikannya main-stream dari pada sekedar alternative solution for health, kemudian akan menjadi bagian dari hidup kita sehari-hari, daripada sekedar mode bagi kalangan orang tertentu saja. Tentu semua ini kelaknya berkat hasil kerja para peneliti di bidang kedokteran, nutrisi, dan ilmu-ilmu lainnya yg akan lebih banyak lagi menerapkan praktisi orthomolecular medicine atau nutrition. Linus Pauling telah menyiapkan landasan dasar secara ilmiah di bidang orthomolecular nutrition yang patut kita pelihara dan kembangkan. Beliau sendiri juga semasa hidupnya mempraktikkan pandangan tersebut pada dirinya sendiri, dengan cara menkonsumsi setiap harinya beberapa gram vitamin C. Bila Anda tertarik dengan cara-cara yg diterapkan beliau, sebuah buku pernah diterbitkannya, berjudul "How to Live Longer and Feel Better" (reprint 2006). |

| English Summary |
| English Summary |
Honestly, it is not my intention at the beginning to learn about orthomolecular concept in health issue. Back a couple years ago, I ordered book from Amazon. com. You know, it is always not so easy to get book here in Indonesia, good quality and also with reasonable price. Amazon.com is a good source to get book. So at that time I ordered many books about health, and nutrition. I could not get one book which I wanted to have, instead of that (the computer) recommended to me another book, which is book about orthomolecular principle from Abraham Hoffer - "Putting It All Together: The New Orthomolecular Nutrition". At first I could not realize until I read it, that it is a good book about nutrition. Again, as usual I would like to share my enthusiasm about this book to other people. Then I realized it is difficult to recommend to people who even do not know about the word of orthomolecular. So it still my own knowledge and no body around me aware of it. The idea of using the word orthomolecular came from Linus Pauling, a two times Noble Price winner in 1954 and 1962. In order to ease for searching I put the links to those sites which you can get original information about it (Please refer to the same Indonesian article at this left page side). The word orthomolecular is not so popularly used as the concept itself, but I prefer to use it, because it sound strongly rely on scientific background. Here I introduce just briefly about the book, and in another article in this website I will discuss about the book content more into detail. Abraham Hoffer one of the pioneer in bringing the principle of orthomolecular concept into praxis. Since he was trained in psychiatry, he have taken care many patients who suffered from mental illness, e.g. Depression, schizophrenia. He found out that many diseases were caused by lack of appropriate nutrition. According to him, in North America, people are getting too far from good nutrition in their daily meal. The reason of those illness is to consume too much refined carbohydrate. To day we know better about the negative effect of high carbohydrate foods. In 21th century, we will see many scientific Discoveries in all areas of science and technology, especially the emerging of nano-technology and nano-science, which will have strong impact on our daily life in the future. However, in the area of nutrition, it seems the progress is still slow. Not to say about the life itself, with the rise of many advanced technologies, the world seems still to ignore the quality of life. Thanks to the hard work of many scientists in modern nutrition, which critically reveal many evidences of low food quality and the imbalance of nutrition in it, it would gradually bring to the more attention to the public. However nutrition is also related a lot to life style, sometime it depends on individual how they could better realize what they take in their daily meal. Orthomolecular concept was born during the era of vitamin, therefore Abraham Hoffer, and also Linus Pauling talk a lot on it. Vitamin, even today, still wrongly understood, not being perceived as essential nutrition. The orthomolecular view is the strongest proponent to promote it. |

|
|