Mujizat omega-3 terhadap kesehatan (I)
The function of omega-3 for our health (I)
posted Jan 20 08
Pendahuluan

Pada tulisan saya sebelumnya mengenai orthomolecular nutrition, sempat saya
kemukakan tentang senyawa omega-3. Senyawa kimia yang banyak sekali
manfaatnya bagi kesehatan kita, dan banyak dikonsumsi berupa kapsul
sebagai
supplement. Sempat saya kemukakan juga bahwa indikasi positif  
berperannya senyawa tersebut terhadap kesehatan, telah diketahui dari hasil
penelitian Sinclair HM dan dipublikasikan pada waktu itu (1956. Pada waktu itu,
beliau hanya menyadari peranan asam lemak yang sifatnya
essential bagi
tubuh. Lihat tulisan di bawah mengenai
essential fatty acids) di majalah Lancet,
sebuah majalah terkemuka yang hingga saat ini pun masih eksis. Lancet
biasanya megiisi tentang penemuan-penemuan baru di bidang kesahatan.
Namun mengenai omega-3, hingga saat ini masih terus terjadi perdebatan di
antara para pakar kesehatan dan nutrisi, yang tertampak pada hasil karya
mereka yang pro dan kontra tentang omega-3, apakah betul senyawa tersebut
memberikan effek yang demikian baiknya terhadap kesehatan. Penulis akan
mencoba di sini membahas hal-hal yang bersangkutan dengan omega-3, agar
para pembaca dapat mengambil kesimpulan sendiri, dan dapat menggunakan
pengetahuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari, dan bermanfaat untuk
menjaga kesehatan masing-masing.

Tidak lengkap bila kita membicarakan omega-3 tanpa menyinggung nama
peneliti Dr. Jorn Dyerberg, orang pertama yang menemukan senyawa omega-3,
DHA dan EPA, pada tahun 1975 (Publikasi di majalah ilmiah "
American Journal of
Clinical Nutrition
"), dan sebelumnya, pada tahun 1971 beliau telah
mempublikasikan hasil penelitiannya di majalah Lancet. (Bagi Anda yang ingin
mengetahui lebih jelas, dapat melihat artikel yang ditulis oleh Stephen Daniells,
exclusive interviewnya dengan Dr. Jorn Dyerberg di majalah online internet, Nutra
ingredient.com, 28 Nopember 2007, berjudulkan "
The inventor of omega-3").
Seperti juga halnya dengan Sinclair HM, Jorn Dyerberg ingin mengenal lebih
dekat cara hidup orang Eskimo dari segi nutrisi dan kesehatannya. Ia beserta
koleganya, Hans Olaf Bang dan Aase Brondum Nielsen, yang waktu itu masih
muda belia, melakukan ekpedisi ke tempat kediaman orang Eskimo di
Greenland. Untuk tujuan penelitian mereka mengambil
sample darah,
mempelajari pola makan orang Eskimo. Waktu itu telah diketahui bahwa kira-
kira 40 persen angka kematian (usia antara 45-64 tahun) di Amerika
disebabkan oleh penyakit jantung (
coronary heart disease), sedangkan pada
orang Eskimo Inuit yang hidup di Greenland, hanya 4,6 persen. Orang Eskimo
pada waktu itu, kebanyakan masih hidup dalam masyarakat berburu dan
menangkap ikan, makanan sehari-hari mereka berupa ikan dan daging hasil
buruan anjing laut (
seal meat) yang mengandung kadar lemak tinggi.
Sedangkan
counterpart mereka di Amerika, mengkonsumsi makanan gaya hidup
modern.

Dapat dibayangkan, karena penemuan omega-3, senyawa asam lemak tidak
jenuh, merupakan penemuan yang langsung berhadapan dengan sekian
banyak penyakit yang diidap orang yang hidup di dalam
modern society, sejak
itu beramai-ramai para peneliti melakukan penelitian di bidang tersebut, dan
belasan ribu artikel hasil penelitian yang menyangkut omega-3 telah
dipublikasikan di majalah-majalah ilmiah seluruh dunia. Bersamaan dengan
penemuan ini, timbul pula ilmu pengetahuan nutrisi modern, termasuk juga di
antaranya
orthomelecular nutrition, yang akhir-akhir telah banyak ditekuni para
peneliti. Sehingga pandangan-pandangan baru tentang pola makanan
bermunculan, dan omega-3 sering diambil sebagai topik penelitian. Mau tidak
mau bagi orang awam menjadi hal yang membingungkan, sebetulnya
argumentasi yang mana benar tentang khasiat omega-3.

Ada baiknya bila kita mendengar terlebih dahulu dari sumber yang paling dapat
dipercaya. Penulis sendiri sangat berhati-hati dalam mengambil kesimpulan
tentang kemampuan omega-3 yang mendukung kesehatan kita. Dalam
interview dengan Stephen Daniells, Dr. Jorn Dyerberg menyatakan, "Tantangan
abad ke 21 adalah hal yang berhubungan dengan nutrisi, di mana
obesity,
diabetes, dan penyakit jantung (cardio vascular disorders), semua ini berhubungan
dengan makanan. Dalam hubungan ini omega-3 memegang peranan penting.".
Selanjutnya ia mengatakan, khasiat omega-3 mulai terbukti dari hasil berbagai
penelitian, yaitu pada penerapan masa hamil dan perkembangan anak.
Peneltian-penelitian itu menunjukkan adanya indikasi positf terhadap
perkembangan otak anak dan mental.

Dari segi pandang,  bagaimana kita mengkonsumsi omega-3, menurut Dr. Jorn
Dyerberg, proporsinya tidak penting, secara umum perbandingan 3:2 EPA:DHA
dapat diterima. Menyinggung senyawa ALA, juga jenis omega-3 berasal dari
tumbuh-tumbuhan, menurutnya senyawa ini sedikit sekali terkonversi di dalam
tubuh ke EPA, dan seterusnya ke DHA. ALA akhirnya sebagian besar dimetabolis
di dalam tubuh menjadi bahan bakar. Tetapi ia meneruskan, bahwa bila kita
mengkonsumsi ALA, dan juga merubah pola makan kita secara dramatis, maka
kadar EPA, DHA pada sel-sel tubuh kita pun akan tercapai dengan makanan
mengandung ALA, akan tetapi kita harus merubah total pola makan kita.
Ditambahnya pula perubahan total pola makan itu sulit tercapai.

Dalam hubungan omega-3 dengan penyakit kanker, menurut Dr. Jorn Dyerberg,
potensi omega-3 untuk mencegah perkembangan kanker tidak jelas, biarpun
dari hasil penelitian, data epidemiologi dan percobaan binatang, telah
mengindikasikan hal yang positif terhadap kanker payudara dan kanker prostat.

Perlu Anda ketahui bahwa asam lemak tidak jenuh omega-3, dalam istilah
ilmiahnya termasuk sebagai
essential fatty acid, atau juga disingkat EFA.
Kadang disebut juga sebagai vitamin F tetapi masih belum populer
penggunaannya.
Essential, karena bila kekurangan asam lemak ini, kesehatan
tubuh akan terganggu. Sedikit perbedaan dengan vitamin yang biasa kita
kenal, EFA harus dikonsumsi dalam dosis yang lebih tinggi, yang berikutnya,
seperti diterangkan di atas, DHA, EPA dapat disintesa di dalam tubuh kita
melalui ALA, tetapi
conversion ratenya rendah sekali. Sehingga kebutuhan harus
didapatkan dari luar tubuh. Bila ditilik dari struktur molekul senyawa ini, maka
orang menyebutnya juga
PUFA (poly unsaturated fatty acid), yaitu dikarenakan
tidak jenuhnya
hydrogen atom dan terdapat beberapa double carbon bound.

Kita tidak perlu terlalu mendalami susunan kimia dari senyawa-senyawa EFA,
cukup dengan mengetahui nama yang sering dipakai, serta singkatannya.
Hingga kini EFA masih menjadi bahan penelitian, khususnya omega-3, dan juga
sudah lama menjadi bahan supplement kesehatan. Dalam kehidupan sehari-
hari sering pula kita ketemui EFA di dalam makanan yang mengandung nilai
nutrisi tinggi.

4 besar EFA

    DHA (Docosahexaenoic Acid), omega-3
    terdapat di ikan (cod liver oil, salmon, sardines, dan lain-lain.), asi,
    hati, otak.
    EPA (Eicosapentaenoic Acid), omega-3
    terdapat di ikan, cod liver oil, salmon (bukan ternakan), sardines,
    dan ikan lain-lainnya, asi, hati, otak.
    GLA (Gamma Linolenic Acid), omega-6
    Terdapat di borage oil, evening primerose oil, black currant seed oil,
    dan lain-lain.
    ALA (Alpha Linolenic Acid), omega-3
    terdapat di flax seed oil. canola oil, soybean oil, dan lain-lain yang
    berasal dari biji-bijian.

Masih ada beberapa lagi EFA lainnya yang memainkan peranan penting bagi
kesehatan, seperti LA, Linoleic Acid (di dalam tubuh dirubah menjadi GLA),
terdapat pada banyak
vegetable oil. Oleic Acid, omega-9, terdapat pada olive oil.

Sayang, penulis sendiri tidak begitu mengenal sumber-sumber EFA yang
sepadan yang dapat diketemui di bahan pangan di negeri kita. Apakah ini
disebabkan oleh kurangnya informasi tentang penelitian kita, atau pengakuan
internasional, tidak jelas. Bila pembaca mempunyai informasi yang berharga
dapat pula di-
sharing di sini.

Berhubungan dengan tulisan tersebut, penulis menyediakan
links khusus yang
bertemakan omega-3, omega-6, EFA, PUFA, agar dengan leluasa pembaca
dapat memperdalam ilmu sendiri.
Links tersebut akan selalu di up-date sewaktu-
waktu bila perlu.   
English Summary
    The function of omega-3 for our health

    This is an amazing group of molecules used under the name of omega-3. The
    development of research in health and nutrition has brought omega-3 to a
    prominent attention for the public. Now there are tens of thousand articles being
    published about it. In this first part of writing about omega-3 we introduce two
    famous personalities and also pioneers in the area of omega-3. Although if we
    talk about Sinclair HM, at that time he did not realize on the existence of this
    molecule. Sinclair HM work and expert was more general about the function of
    oils or fatty acids to our health. Dr. Jorn Dyerberg's work  introduced directly to
    the analysis of fatty acids content in blood sample from Inuit people in
    Greenland using gas chromatography method. Based on the recent exclusive
    interview (published 27 November 2007 in Nutra ingredient, "The inventor of
    omega-3") brought by Stephen Daniells, Dr. Jorn Dyerberg pointed the pressing
    issue toward the 21st century, is nutrition, with obesity, diabetes and
    cardiovascular disorders all linked to diet. In that aspect, omega-3 will play a
    major role. This is a true valuable statement form such a caliber of expert in this
    area, which we can accept easily. We as normal people who do not know a lot
    what is going on in the research world and all the debate about pro and contra
    around this amazing molecule, this statement at least can let us feel better to
    swallow every day capsule containing omega-3.

    In this first part of Indonesian language article we introduce basic terms of fatty
    acids, such as essential fatty acids (EFA), poly-unsaturated fatty acids (PUFA),
    and the four important molecules from omega-3 and omega-6 fatty acids, DHA,
    EPA, GLA, and ALA.

    Dr, Jorn Dyerberg's further statement is very valuable to all of us, that the
    consumption of omega-3 supplement, it means EPA and DHA should be in it. The
    ratio between these two omega-3s is not so important, but 3:2 EPA:DHA is a
    decent combination.
Search MedlinePlus:
Google