Abraham Hoffer dan bukunya: The New Orthomolecular
Nutrition


Orthomolecular Nutrition

Kini kita memasuki bagian tulisan Abraham Hoffer mengenai orthomolecular
nutrition
, yang menurut kami, lebih banyak relevansinya dengan kehidupan kita
sehari-hari, ketimbang hal penyakit. Pernah penulis dalam artikel sebelumnya
(
Pandangan tentang kesehatan - Orthomolecular nutrition) menyatakan, bahwa
banyak penemuan baru berawal dari hal-hal yang sangat ekstrem. Tanpa
memberi penjelasan asal muasal pandangan tersebut, akan sulit dimengerti
jalan perkembangan pikiran sang penemunya.

Dunia barat, atau kita sebut saja
modern society (Kelak pada suatu waktu negeri
kita pun akan berkembang ke arah ini juga), telah jauh membawa kehidupan
kita ke dalam dunia ilmu pengetahuan dan penemuan
technolgy yang serba
perfek. Dalam masyarakat yang maju terdapat banyak hal yang tidak
seimbang. Pada satu sisi kita melihat kehidupan sehari-hari, hal-hal yang serba
mekanik dan elektronik, yang mudah kita rasakan, pelajari, dan tiru. Namun,
pada sisi lain, agak terselubung, hal-hal yang tidak kita sadari sepenuhnya,
juga mungkin kita abaikan, yaitu kwalitas hidup secara keseluruhan, termasuk
salah satunya, kwalitas nutrisi yang kita konsumsi tiap harinya. Kita tidak perlu
menyangkal, secara standard hidup, kini jauh lebih baik daripada 50 tahunan
yang lalu. Kesehatan dan nutrisi berpengaruh pada kehidupan kita sehari-hari.
Ambil contoh saja, dengan stress, yang merupakan menifestasi gejala penyakit
"ringan" di dalam masyarkat. Atau gejala lain, yaitu
mood, yang banyak
dipengaruhi oleh makanan kita sehari-hari.

Tulisan buku Abraham Hoffer membedah langsung ketimpangan ini.
Super
health
, itulah yang dicanangkannya. Tetapi bagaimana mencapai ke sana,
marilah kita pelajari bersama pandangan-pandangannya di bawah ini. Perlu
dicatat, tujuan utama tulisan Abraham Hoffer sebagai seorang dokter adalah
menyembuhkan orang yang terkena penyakit disebabkan kurangnya nutrisi,
sehingga menjadi parah, dan terjangkit gangguan kejiwaan. Namun
preventive
treatment
pun merupakan tema penting dalam bukunya.

    Orthomolecular nutrition is the ingestion of the optimum level
    of each nutrient for each individual.  

    Orthomolecular nutrition is nutrition which strives to provide
    these optimum quantities for the cells of the body and takes
    into account the enormous individuality of persons and the
    variations caused by time and stress.  

Menurut pandangan orthomolecular, nutrient itu adalah bagian penting dari
mankanan, dan
nutrient bukan obat (!) yang mana sering diartikan tidak tepat
oleh pihak tertentu. Ada
40 -45 jenis nutrient (Senyawa kimia dari jenis
vitamin, asam amino (amino acid), asam lemak tidak jenuh (poly-unsaturated
fatty acid
, PUFA), mineral, dan lain lain. Mengingat bukunya dikarang 10
tahunan yang lalu,kemungkinan daftar
nutrient sekarang telah bertambah, dan
di kemudian hari akan lebih banyak lagi jumlahnya. Silakan klik di sini melihat
tabel nutrient) yang dibutuhkan tubuh dan harus didapat dari luar, karena tubuh
tidak dapat sintesa senyawa-senyawa itu. Alam menunjukkan bahwa manusia
sulit mendapatkan masing-masing
nutrient ini secara optimal. Pada jaman
nenek moyang kita dahulu, pada jaman di mana bercocok tanam belum
dikenal, nutrisi menjadi hal yang harus dicari dan dikumpulkan. Bertambah
sering dikonsumsi, maka sumber nutrisi yang tadinya berlimpah pun menjadi
kekurangan. Memasuki peradaban bertani dan berternak, kwalitas makan agak
berbeda. Karena hasilnya sudah termanipulasi. Terutama bagi hewan ternakan
konposisi makanan hewan ternakan berubah, tidak lagi seperti sedia kala
memakan tangkapan liar.

Penekankan lain dari Abraham Hoffer adalah
balance nutrition, yaitu
keseimbangan nutrisi. Cara yang terbaik ialah mengkonsumsi makanan seperti
nenek moyang kita di jaman purba. Karena
physiology tubuh kita sudah di-set
demikian rupa, sejak puluhan ribu tahun yang lalu, di mana jenis makanan
yang dikenal adalah dari alam langsung tanpa ada pengolahan makanan yang
rumit. Jenis makanan bersumber dari hewan atau tumbuh-tumbuhan langsung,
setelah dimasak atau tidak, mengandung nutrisi yang tinggi dan lengkap.
Kehidupan sekarang banyak berbeda. Sulit rasanya untuk mencapai
keseimbangan nutrisi setiap harinya, terutama bagi mereka yang harus bekerja
keras di pabrik, di kantor atau pun jenis tempat kerja lainnya. Sehingga kita
harus memilah sendiri, agar dapat mencapai keseimbangan tersebut.

3 jenis bahan pokok makanan, protein, lemak, dan carbohydrate

Makanan yang kita konsumsi sehari-hari berupa protein, lemak, dan
carbohydrate. Ketiga jenis makanan pokok ini semuanya penting buat tubuh.

Protein dibutuhkan untuk otot, organ dan sel di seluruh tubuh. Semua reaksi
biokimia di dalam tubuh selalu membutuhkan protein, yang lebih umum
disebut
enzyme (di dalam tubuh kita terdapat ribuan jenis enzyme yang
berfungsi meregulasi segala macam reaksi biokimia dan
physiology). Protein
(jenis protein di dalam tubuh pun ribuan macam) adalah rantaian puluhan
bahkan ratusan asam amino yang kompleks. Ada 20 macam asam amino
(
amino acid) yang digunakan sebagai komponen membuat protein di dalam
tubuh kita. Dalam proses pencernaan, protein terurai menjadi asam amino.
Beberapa dari asam amino (
asam amino yang essential) ini tidak dapat dibuat
(disentesa) di tubuh dan harus didapatkan dari luar. Jenis makanan (tumbuhan
dan daging) yang berbeda mengandung komposisi asam amino yang berbeda.
Sebaiknya kita dapat mengetahui yang mana mengandung banyak asam
amino
essential. Asam amino ini karena sifatnya essential, sehingga bila
kekurangan di dalam tubuh, akan mengganggu kesehatan. Beberapa jenis
asam amino malah penting sekali peranannya karena mendukung fungsi
otak.   

Lemak adalah bagian yang sangat penting dari lapisan pembungkus sel di
seluruh tubuh kita, atau disebut
cell-membrane. Cell membrane terdiri dari lipid
(
fat, lemak) double layer. Otak kita terdiri sebagian besar dari lemak, dan yang
dominan ialah jenis lemak tidak jenuh (
poly-unsaturated fatty acid, PUFA).
Sebagai fungsi
physiology, lemak berupa energi yang dapat disimpan di dalam
tubuh. Sebagian dari asam lemak tidak jenuh (
essential fatty acid, EFA) tidak
dapat disintesa di dalam tubuh dan harus di dapat dari luar. Sehingga kita perlu
memilah-milah jenis makanan yang mana baik dikonsumsi dan mengandung
banyak EFA. Salah satu yang sangat penting yaitu asam lemak tidak jenuh dari
jenis
omega-3 yang telah dibahas di dalam tulisan lain di situs ini. Banyak
penelitian mengidentifikasikan bahwa beberapa jenis lemak tidak jenuh
berperan vital terhadap kesehatan kita. Salah satu turunan darinya adalah
senyawa jenis
prostaglandins, yang meregulasi sekian banyak reaksi-reaksi
penting biokimia di dalam tubuh.

Carbohydrate adalah gula, yang dapat berupa rantaian yaitu
serat dan starch
(pati). Carbohydrate berupa sumber energi bagi tubuh dan otak. Starch setelah
diubah secara
emzymatic menjadi gula, dan dapat digunakan sebagai
kebutuhan energi. Serat dibutuhkan di dalam makanan kita sehari-hari, biarpun
jenis makanan ini tidak bisa diserap oleh tubuh dan dijadikan sesuatu, namun
sistem percernaan kita membutuhkannya, mengingat bentuk usus kita berasal
dari turunan pemakan tumbuh-tumbuhan (
herbivore). Keunggulan makanan
yang mengandung
starch dan gula dan tidak diolah menjadi murni, kedua jenis
makanan tersebut membentuk komplek dengan jenis makanan lainnya,
sehingga waktu proses penyerapan di dalam tubuh terjadi secara perlahan-
lahan. Proses yang demikian yang dikenal tubuh sejak puluhan ribu tahun.
Sedangkan makanan
modern society, starch dan gula (carbohydrate) tersedia
berlimpah, dan demikian pula berlimpah cara penyjianya untuk kita. Tubuh
selalu ditantang dengan kelebihan
carbohydrate yang "telanjang" tanpa ada
nutrisi lainnya, atau kekurangan nutrisi lainnya. Hal yang demikian
mengganggu fungsi kerja normal sistem pencernaan. Hal yang terpenting yaitu
reaksi insulin terhadap kelebihan supply carbohydrate di dalam darah, yang
menyebabkan gejala penyakit
hypoglycemia (gejala penyakit yang ditekuni
Abraham Hoffer), kandungan gual rendah di dalam darah, dan juga yang lebih
umum dibahas pada dunia kedokteran kini,
hyperglycemic, kandungan darah
tinggi di dalam darah. Penyebab utama bagi kedua-dua penyakit tersebut
adalah makanan yang mengandung
carbohydrate olahan yang tinggi.     

Bila kita mengkonsumsi makanan yang tidak diproses, atau tidak dimurnikan,
tiap jenis dari 3 makanan pokok ini selalu terdapat di dalam makanan dengan
kadar yang berbeda tergantung jenis makanan apa itu. Makanan yang
demikian selalu mengandung nutrisi. Dengan demikian keseimbangan
makanan selalu terjaga.   
 
page 1    2    3    4    
    The New Orthomolecular Nutrition

    This article is a reading summary from Abraham Hoffer's (AH) book, "Putting It
    All Together: The New Orthomolecular Nutrition", published in 1996. I learn a lot
    from this book. The concept of orthomolecular was coined by Linus Pauling, a two
    times Noble Price winner, back in 1968. He wrote an article in Science ( April 19,
    1968, p. 265) ".... I have reached the conclusion that another general method of
    treatment, which may be called orthomolecular therapy, may be found to be of
    great value, and may turn out to be the best method of treatment for many
    patients.".

    However, Linus Pauling (LP) himself actually was influenced and based on AH and
    other research studies, to develop that concept. AH is a doctor trained in
    psychiatry. Previously he graduated from Biochemistry and working for a flour
    meal factory, as a researcher in vitamin. After getting his medical degree, he
    worked on mental diseases caused from malnutrition, such as schizophrenia. At
    that time, in the 50s and 60s, Western countries, especially in North America,
    dietary habit of people moves in the direction on more carbohydrate, refined
    sugar, and high fat consumption, the latest with trans fat. AH speciality is in
    treated disease using vitamin B, nicotinic acid (niacin), and also many other
    vitamins. He criticized the official recommendation on using low doses of vitamin,
    which is more appropriate for normal people need. In fact around 50 percent of
    population affected by imbalance of nutrition, so this recommendation in the
    praxis doesn't have any value at all. Because the doses AH used fro treating
    disease quite high than usual, he called it mega doses or mega vitamin.

    The year 1935 to 1945 in America marked with popularity of using vitamin in the
    medical treatment. It is because vitamin could be produced in big amount and
    getting cheaper. After that however, medical doctor shifted more and more of
    using antibiotic and psychiatric drugs. The reason of this shift is, LP guessed,
    could be that vitamin was perceived as only lack of nutrition, since at that time,
    there was no more that kind of issue, no more question about low vitamin in
    population. Besides, mental diseases, from the stand point of traditional
    psychiatry, it is entirely of mental problem and no relation with nutrition issue.
    Only today we know, certain eating habit with high refined sugar causes so many
    diseases what we know as modern diseases, such as diabetes, obesity,
    cardiovascular disorder, and so on.

    AH and LP not only pioneering orthomolecular therapy, medicine, and nutrition,
    they are also pioneering the modern view of nutrition. According to
    orthomolecular concept,there are at least 45 nutrients that we have to get
    enough from outside our body, theses vitamins, minerals, essential amino acids,
    essential fatty acids, and many other micro-nutrition. Another important
    statement AH always emphasises is that, human body need of nutrition is
    different between one individual to another. This difference is due to the different
    physiological need and genetic variety. The machinery of enzymes, which are the
    biochemical reactions, in our body differs in each person. Some people are
    sufficient for their daily intake of couple mg vitamin B3, but it can be different to
    other group of people, they may need 100 times or even 1000 times higher
    doses of it! This reality is often ignored in medical professional. Another
    advantage of using nutrition to treat disease is that, there is no such a side
    effect, because the chemical constituent is part of the system for our body. It is
    not the case with antibiotic or psychiatric drugs.

    Like modern nutritionist, AH also suggest, the best food is closed to their natural
    before treatment - the wholesome or whole food. This is the way foods were
    processed before the era of industrialization about 150 years ago. The
    industrialized food processing has ruined or damaged the nutrition in food, and
    instead of it, in order to prolong the shelve life additives are added. This is the
    reason why many people can get food allergy.
English Summary
Search MedlinePlus:
Google