| Abraham Hoffer dan bukunya: The New Orthomolecular Nutrition Orthomolecular therapy Orthomolecularmolecular medicine berbasiskan analisa secara ilmiah. Sebagai dasar diagnosa, antara lain, evaluasi fungsi thyroid, pemahaman terhadap gula, kadar insulin, kadar vitamin di darah, analisa trace mineral pada rambut, dan lain-lainnya. Linus Pauling memasukkan salah satu prinsip orthomolecular sebagai berikut: "Orthomolecular therapy consisting of the individual person of the optimum concentration of important normal constituents of the brain may be the preferred treatment for many mentally ill patients." Tidak-seimbangnya nutrisi modern society menyebabkan gangguan mental seseorang bila ini dibiarkan berlarut-larut. Sehingga pandang yang salah bila dikatakan ini semata-mata masalah kejiwaan. Karena sebelumnya peranan metode Sigmund Freud dalam menangani penyakit jiwa sangatlah umum, dan jarang ada yang menyadari bahwa banyak penyakit itu berupa gangguan nutrisi belaka. Maka sejak itu kita memasuki era baru, di mana para ahli kesehatan mulai melihat dampak nutrisi terhadap kejiwaan kita. Body and mind pun telah menjadi kesadaran kita bahwa itu adalah satu kesatuan. Bila tubuh terganggu yang seharusnya bekerja secara normal, maka jiwa pun akan menderita. Untuk mempermudah pembaca melihat semua hubungan yang ditulis oleh Abram Hoffer, penulis merangkum pandangan-pandangannya, yang mana diperolehnya dari pengalaman selama bertahun-yahun menangani pasien terkena gangguan jiwa, yaitu, penyakit Mental Diseases atau Illness, seperti Schizophrenia, Psychoneuroses, Psychotic depression, Anxiety, (carbohydrate) Neuroses (Silakan klik di sini melihat rangkuman). Secara gamblang Abraham Hoffer menuding penyebab sumber penyakit-penyakit ini dari makanan yang tidak bergizi, dan mengandung kadar catbhydrate yang berlebihan. Istilah yang digunakannya adalah refined carbohydrate, yaitu gula pasir, terigu yang diproses sedemikian rupa sehingga telah hilang semua nilai nutrisinya. Untuk menutupi kelemahan kwalitas makanan yang tidak bergizi, maka pabrikan sering menambahkan tulisan enrich with vitamins, yang menurutnya semacam penipuan kepada konsumen. Karena makanan itu tidak berkwalitas, dan hanya diberikan kembali dengan kwantitas vitamin yang rendah dan hampir tanpa ada artinya untuk kesehatan. Istilah yang sering digukannya untuk jenis makanan tersebut ialah junk food. Surgeon captain T.L. Cleave, mantan direktor penelitian kedokteran, Institute of Naval Medicine, Great Britain, pada tahun 1956 memberikan nama untuk penyakit-penyakit tersebut yang berhubungan dengan carbohydrate sebagai "saccharine diseases", yang mana menjadi penyakit-penyakit utama di dunia barat. Menurut Cleave penyakit-penyakit itu termasuk diabetes, coronary disease, obesity, peptic ulcer, constipation, hemorrhoids, varicose veins; Escherichia coliinfection seperti appendicitis, cholecytitis, pyelitis, dan diverticulitis; renal calculus, bermacam-macam skin condition dan dental caries. Kelebihan carbohydrate dan tidak seimbangnya nutrisi menyebabkan gangguan pada metabolis carbohydrate. Kurangnya kandungan serat (fiber) di dalam makanan menyebabkan gejala buang air besar yang seharusnya dari mulai makan hingga ke kamar kecil, membutuhkan 24-48 jam, menjadi 48-96 jam. Sehingga harus menggunakan laxatives. Bila berlarut-larut ini akan membuat kerusakan pada bagian pencernaan, dan sebagai penyebab timbulnya segala jenis penyakit. Saccharine diseases bisa dalam kaitan lain berupa gejala hypoglycemia, yang mana banyak ditekuni oleh Abraham Hoffer. Ciri-ciri hypoglycemia adalah penurunan kadar gula di dalam darah. Penyebab utama adalah karena memakan makanan tinggi kandungan carbohydrate. Di dalam tubuh, bila mendapat makanan tinggi kadar carbohydrate, insulin akan bekerja keras, dan tubuh mengeluarkan lebih banyak lagi insulin guna mengambil gula yang berkelebihan dari dalam darah. Lama kelamaan tubuh menyesuaikan kebutuhan tubuh memproduksi insulin dengan jumlah lebih besar dari normal. Dengan demikian timbullah gejala di mana terlalu banyak gula yang disingkirkan dari dalam darah, dan menyebabkan kadar gula darah yang rendah. Pengaruh utama dari hypoglycemia ialah fungsi otak. Otak kita yang mengkonsumsi gula paling banyak. Karena di dalam darah kadarnya rendah, sehingga supply gula ke otak terganggu. Dari sini maka timbul segala gejala penyakit yang berhubungan dengan hypoglycemia (Lihat rangkuman). Mungkin kini telah banyak dokter yang memahami penyebab yang sebenarnya pengaruh dari hypoglycemia. Tetapi tidak demikian pada waktu itu dengan pengalaman Abraham Hoffer. Waktu itu peranan psychiatric drugs sangat dominan, dikarenakan juga pandangan yang salah tentang asal usul penyakit kejiwaan, sehingga selalu menggunakan obat-obat jenis tranqulizer, bila itu dianggap gangguan mental. Pandangan yang salah ini berdasarkan penaksiran yang salah terhadap psycho-analysis yang diterapkan oleh Sigmund Freud, padahal ia sendiri pada jamannya pernah mengatakan, bahwa penanganan penyakit sejenis schizophrenia bukan berakar pada kejiwaan, tetapi pada biokimia tubuh. Pada waktu itu, dari tahun 1950an, Amerika sangatlah drug oriented, menganggap satu penyakit dapat disembuhkan dengan satu obat, atau satu seri obat-obatan. Sehingga penggunaan obat-obat seperti tranquilizer, anti depressant, dan psychiatric drugs menjadi populer. Orthomolecular psychiatry menangani gejala penyakit psychoneuroses dan neuroses, yang mana berhubungan erat dengan penyakit-penyakit seperti schizophrenia, learning disabilities, drug addiction, pellagra, alcoholism, memory loss. Dari pengalamannya, Abraham Hoffer menyimpulkan kesamaan antara penyakit neuroses dan saccharine diseases. Yaitu menifestasi dari kedua-duanya terdapat gejala hypoglycemia. Bila keterangan di atas merupakan penyakit yang akhirnya harus berhadapan dengan dokter atau psychiatry, maka bagi orang yang terkena gejala ringan-ringan saja, mungkin berupa perubahan pada mood, yang mana dapat disebabkan oleh konsumsi kelebihan carbohydrate. |
| English Summary |
This article is a reading summary from Abraham Hoffer's (AH) book, "Putting It All Together: The New Orthomolecular Nutrition", published in 1996. I learn a lot from this book. The concept of orthomolecular was coined by Linus Pauling, a two times Noble Price winner, back in 1968. He wrote an article in Science ( April 19, 1968, p. 265) ".... I have reached the conclusion that another general method of treatment, which may be called orthomolecular therapy, may be found to be of great value, and may turn out to be the best method of treatment for many patients.". However, Linus Pauling (LP) himself actually was influenced and based on AH and other research studies, to develop that concept. AH is a doctor trained in psychiatry. Previously he graduated from Biochemistry and working for a flour meal factory, as a researcher in vitamin. After getting his medical degree, he worked on mental diseases caused from malnutrition, such as schizophrenia. At that time, in the 50s and 60s, Western countries, especially in North America, dietary habit of people moves in the direction on more carbohydrate, refined sugar, and high fat consumption, the latest with trans fat. AH speciality is in treated disease using vitamin B, nicotinic acid (niacin), and also many other vitamins. He criticized the official recommendation on using low doses of vitamin, which is more appropriate for normal people need. In fact around 50 percent of population affected by imbalance of nutrition, so this recommendation in the praxis doesn't have any value at all. Because the doses AH used fro treating disease quite high than usual, he called it mega doses or mega vitamin. The year 1935 to 1945 in America marked with popularity of using vitamin in the medical treatment. It is because vitamin could be produced in big amount and getting cheaper. After that however, medical doctor shifted more and more of using antibiotic and psychiatric drugs. The reason of this shift is, LP guessed, could be that vitamin was perceived as only lack of nutrition, since at that time, there was no more that kind of issue, no more question about low vitamin in population. Besides, mental diseases, from the stand point of traditional psychiatry, it is entirely of mental problem and no relation with nutrition issue. Only today we know, certain eating habit with high refined sugar causes so many diseases what we know as modern diseases, such as diabetes, obesity, cardiovascular disorder, and so on. AH and LP not only pioneering orthomolecular therapy, medicine, and nutrition, they are also pioneering the modern view of nutrition. According to orthomolecular concept,there are at least 45 nutrients that we have to get enough from outside our body, theses vitamins, minerals, essential amino acids, essential fatty acids, and many other micro-nutrition. Another important statement AH always emphasises is that, human body need of nutrition is different between one individual to another. This difference is due to the different physiological need and genetic variety. The machinery of enzymes, which are the biochemical reactions, in our body differs in each person. Some people are sufficient for their daily intake of couple mg vitamin B3, but it can be different to other group of people, they may need 100 times or even 1000 times higher doses of it! This reality is often ignored in medical professional. Another advantage of using nutrition to treat disease is that, there is no such a side effect, because the chemical constituent is part of the system for our body. It is not the case with antibiotic or psychiatric drugs. Like modern nutritionist, AH also suggest, the best food is closed to their natural before treatment - the wholesome or whole food. This is the way foods were processed before the era of industrialization about 150 years ago. The industrialized food processing has ruined or damaged the nutrition in food, and instead of it, in order to prolong the shelve life additives are added. This is the reason why many people can get food allergy. |

|
|