| Abraham Hoffer dan bukunya: The New Orthomolecular Nutrition posted Feb 02 08 Orthomolecular Therapy Orthomolecular Nutrition Sedikit tentang Abraham Hoffer, beliau adalah seorang dokter di Kanada. Sebelum kuliah pada fakultas kedokteran pada tahun 50an, ia telah menyelesaikan studinya di bidang biokimia, dan pernah bekerja sebagai peneliti vitamin di perusahaan pembuatan tepung terigu. Waktu itu ia tertarik sekali dengan hal nutrisi. Tetapi kemudian, setelah kuliah dan bekerja praktik di rumah sakit City Hospital, Saskatoon, Saskatchewan, kanada, ia mulai tertarik dengan psychiatry. Sejak itu ia mulai berdekatan dengan pasien penyakit jiwa, dan melakukan percobaan terapi penyembuhan early schizophrenia, menggunakan vitamin B. Hasilnya ternyata baik. Dari situ pula, kegiatannya mulai mengembangkan metode pengobatan yang tidak conventional, bila dibandingkan dengan metode-metode yang biasa dilakukan pada waktu itu. Boleh dibilang penyembuhan ini jauh lebih mudah dan biaya rendah, tetapi butuh pengamatan yang teliti terhadap pasien, dan evaluasi hasil test laboratorium, kemudian membuat keputusan yang tepat. Ia adalah salah satu pelopor orthomolecular medicine dan nutrition, sedangkan yang mencetuskan istilah tersebut datang dari Linus Pauling, pemenang hadiah Nobel. yang tertuang ditulisan ilmiahnya di dalam majalah Science tahun 1968 (1). Anda juga dapat membaca artikel tuilisan Linus Pauling, berjudul: "On The Orthomolecular Environment of Mind: Orthomolecular Theory" Journal of Orthomolecular Medicine, 1995, di mana sekali lagi ia menegaskan keunggulan metode tersebut, dan menangkal pendapat dari sebagian peneliti terhadap teorinya yang saat itu meragukan hasilnya. Linus Pauling melakukan penyembuhan penyakit kejiwaan dengan menggunakan vitamin mega dosis, atau dosis yang tinggi sekali. Secara umum argumennya, bahwa vitamin tidak memiliki effek samping biarpun digunakan untuk terapi dalam dosis tinggi. Linus Pauling pun mengakui dan mengatakan, dalam perjalanannya mencetuskan istilah dan metode orthomolecular, ia dipengaruhi, antara lain oleh tulisan Abraham Hoffer, yaitu penyembuhan dengan mega vitamin (2, 3). Timbulnya pemikiran penyembuhan dengan cara orthomolecular, berasal dari perkembangan ilmu kedokteran menggunakan vitamin dalam terapi, sekitar tahun 1935 hingga 1945. Pada waktu itu harga vitamin mulai terjangkau, tetapi kemudian, menurut Linus Pauling, entah mengapa terapi itu ditinggalkan orang. Dugaannya mungkin karena semakin banyaknya terapi dengan menggunakan antibiotika dan sulfa drugs. Metode orthomolecular menekankan pada peranan nutrisi yang baik dalam proses penyembuhan dan juga menjaga kesehatan. Awalnya, pada tahun 1960 Abraham Hoffer menangani secara tidak langsung (fungsinya waktu itu sabagai peneliti untuk penggunaan nicotinic acid dalam terapi) pasien bekas tahanan tentara Jepang pada perang dunia ke-II, Mereka terlihat sekali kekurangan keseimbangan di dalam tubuh mereka, akibat menjadi tahanan dan makanan kurang gizi. Kesehatannya sedemikian parahnya hingga berubah menjadi penyakit kronik, seperti arthritis, penyakit cardiovascular, kebutaan, dan penyakit kejiwaan. Angka kematian sangat tinggi. Ia (dalam penuturan di dalam bukunya) menggunakan nicotinic acid menyembuhan penyakit arthritis salah satu pasiennya, yang sebelumnya didiagnosa sebagai neurotic. Seakan sang pasien telah divonis harus menderita kesakitan, depression, anxiety. Dengan pengetahuannya, Abraham Hoffer memberikan pasiennya mega dosis nicotinic acid. Setelah 2 minggu dan tiap harinya 3 kali mengambil 1 gram nicotinic acid, sang pasien sembuh dan tidak merasakan sakit lagi. Nicotinic acid adalah vitamin B3. Keyakinannya ini lalu dikembangkan, dan banyak lagi contoh-contoh penyembuhan lain yang menunjukkan khasiat dengan mega vitamin. Akhirnya setelah sekian puluhan tahun, mulai banyak dokter menggunakan terapi yang serupa, dan kini di Amerika malah sudah diterima sebagai salah satu cara penyembuhan, bukan sekedar pengobatan alternatif, untuk gejala-gajala penyakit kejiwaan, dan juga penyakit modern society secara keseluruhan. Ini terlihat dengan mulai maraknya penggunaan essential fatty acids (EFA) menangai penyembuhan penyakit cardiovascular, dan penyakit-penyakit kronik lainnya. Sebagai kenyataan, National Institutes of Health di Washington D.C., Amerika, telah mendirikan Office of Alternative Medicine. Di Harvard Medical School, metode tersebut pun telah diterima ke dalam mata pelajaran pokok. Mengapa mega vitamin? Menurut Abraham Hoffer, acuan yang dianjurkan berupa daily requirements (MDR) dan recommended dietary allowances (RDA) tidak benar. Karena ini ditujukan untuk orang yang rata-rata sehat. Sedangkan penduduk di Amerika Utara sekitar 50 persen tidak dalam keadaan yang sempurna. Ini dikarenakan nutrisi mereka yang tidak baik. Ditinjau dari segi nutrisi masing-masing individu, maka perbedaannya menyolok. Misalnya dengan vitamin B12, kebutuhan orang biasa cukup perharinya 0,001mg saja, tetapi pada individu lain bisa seribu kali lebih tinggi. Ini dikarenakan kondisi physiology kita yang berbeda, apalagi bila kondisi itu diperparah karena bertahun-tahun mengkonsumsi makanan yang tidak bergizi. Seseorang yang sehat, karena terlantar dengan nutrisinya, bila dibiarkan bertahun-tahun, suatu saat akan menderita penyakit. Ini merupakan phenomena gaya hidup manusia di modern society. Ada perbedaan makanan modern society dengan makanan pada 100 tahunan yang lalu, sebelum terjadinya cara pengolahan makanan secara industri dan massal. Satu dua ratus tahun yang lalu makanan masih dikelola secara perumahan, dan nutrisinya relatif masih lengkap. Proses pembuatan makanan modern telah merusak kadar vitamin dan unsur-unsur yang sehat untuk badan. Ditambah lagi penggunaan artificial flavor dan penambahan banyak gula yang effeknya tidak sehat untuk tubuh dan dapat menyebabkab allergi. Abraham Hoffer menunjukkan ciri-ciri makan seratusan tahun yang lalu, atau makanan yang hampir tidak berbeda sejak terbentuknya sejarah manusia 50 ribu tahun yang lalu, yaitu makanan yang "hidup" (Karena tidak ada pendinginan daging dan ikan segar yang disantap, dan bijian-bijian yang dimakan dapat hidup menjadi cambah), segar, "lengkap" (Karena hewan memakan tumbuhan dan binatang dalam keadaan lengkap, sehingga manusia pun memakan hewan lengkap darinya.), tidak beracun (Bila mengandung racun akan segera tersingkir dari daftar makan.), endogenous (Manusia mengkonsumsi makanan di mana tempat mereka tinggal dengan ciri klima yang serupa dengan hewan dan tumbuhannya.), beragam, sulit didapat (Sehingga tidak menyebabkab kegemukan.), flavor alami, dan sederhana (Resep makan tidak rumit, sehingga mengurangi kecenderungan allergi.). Sedangkan makanan kita seratus tahun terakhir adalah sebaliknya. Ini adalah sumber penyakit dan timbulnya penyakit modern society. Orthomolecular nutrition menekankan keseimbangan dalam nutrisi, mengingat inilah tubuh manusia, peninggalan dari puluhan ribu tahun perkembangan sejarah manusia, yang telah mengadaptasi sekian lama jenis makanan di alam lingkungannya. Manusia sudah "terbiasa" dengan makanan yang seperti diterangkan di atas. Alhasil, kini kita sudah tidak bisa kembali ke jaman dahulu lagi, dan perlu pelengkap yang dinamakan "micro nutrition", yaitu berupa vitamin, mineral, dan lain-lain. Bila kita melihat ini semua, munculnya pemikiran orthomolecular merupakan konsekwensi perkembangan modern society yang telah mengabaikan keseimbangan nutrisi. References 1. Pauling L.: Orthomolecular Psychiatry. Science 160:265-271, 1968 2. Hoffer, A.: Niacin Therapy in Schizophrenia. Springfield, Ill, Charles C. Thomas, 1962 3. Hoffer, A. Osmond, H.: Treatment of schizophrenia with nicotinic Acid: A ten-year follow-up. Acta Psychitr Scand 40:171-189, 1964 |
This article is a reading summary from Abraham Hoffer's (AH) book, "Putting It All Together: The New Orthomolecular Nutrition", published in 1996. I learn a lot from this book. The concept of orthomolecular was coined by Linus Pauling, a two times Noble Price winner, back in 1968. He wrote an article in Science ( April 19, 1968, p. 265) ".... I have reached the conclusion that another general method of treatment, which may be called orthomolecular therapy, may be found to be of great value, and may turn out to be the best method of treatment for many patients.". However, Linus Pauling (LP) himself actually was influenced and based on AH and other research studies, to develop that concept. AH is a doctor trained in psychiatry. Previously he graduated from Biochemistry and working for a flour meal factory, as a researcher in vitamin. After getting his medical degree, he worked on mental diseases caused from malnutrition, such as schizophrenia. At that time, in the 50s and 60s, Western countries, especially in North America, dietary habit of people moves in the direction on more carbohydrate, refined sugar, and high fat consumption, the latest with trans fat. AH speciality is in treated disease using vitamin B, nicotinic acid (niacin), and also many other vitamins. He criticized the official recommendation on using low doses of vitamin, which is more appropriate for normal people need. In fact around 50 percent of population affected by imbalance of nutrition, so this recommendation in the praxis doesn't have any value at all. Because the doses AH used fro treating disease quite high than usual, he called it mega doses or mega vitamin. The year 1935 to 1945 in America marked with popularity of using vitamin in the medical treatment. It is because vitamin could be produced in big amount and getting cheaper. After that however, medical doctor shifted more and more of using antibiotic and psychiatric drugs. The reason of this shift is, LP guessed, could be that vitamin was perceived as only lack of nutrition, since at that time, there was no more that kind of issue, no more question about low vitamin in population. Besides, mental diseases, from the stand point of traditional psychiatry, it is entirely of mental problem and no relation with nutrition issue. Only today we know, certain eating habit with high refined sugar causes so many diseases what we know as modern diseases, such as diabetes, obesity, cardiovascular disorder, and so on. AH and LP not only pioneering orthomolecular therapy, medicine, and nutrition, they are also pioneering the modern view of nutrition. According to orthomolecular concept,there are at least 45 nutrients that we have to get enough from outside our body, theses vitamins, minerals, essential amino acids, essential fatty acids, and many other micro-nutrition. Another important statement AH always emphasises is that, human body need of nutrition is different between one individual to another. This difference is due to the different physiological need and genetic variety. The machinery of enzymes, which are the biochemical reactions, in our body differs in each person. Some people are sufficient for their daily intake of couple mg vitamin B3, but it can be different to other group of people, they may need 100 times or even 1000 times higher doses of it! This reality is often ignored in medical professional. Another advantage of using nutrition to treat disease is that, there is no such a side effect, because the chemical constituent is part of the system for our body. It is not the case with antibiotic or psychiatric drugs. Like modern nutritionist, AH also suggest, the best food is closed to their natural before treatment - the wholesome or whole food. This is the way foods were processed before the era of industrialization about 150 years ago. The industrialized food processing has ruined or damaged the nutrition in food, and instead of it, in order to prolong the shelve life additives are added. This is the reason why many people can get food allergy. |

| English Summary |
|
|